Sholat Tahajud

Sholat Tahajud

Panduan Sholat TahajudSholat tahajud merupakan sholat sunnah yang dilakukan pada waktu malam hari dalam satuan dua rakaat satu kali sala, pada waktu malam hari yaitu pada sepertiga malam akhir, atau setengah malam akhir, atau mendekati dua pertiga malam hingga waktu menjelang sholat subuh. Sholat sunnah tahajud dalam bahasa arab disebut Sholatun Lail yang artinya sholat di malam hari. Mengenai waktu pelaksanaan sholat tahajud para ulama memiliki pendapat yang berbeda ada yang mengatakan bahwa sholat tahajud mesti setelah terbangun dari tidur di malam hari, namun ada juga yang berbendapat bahwa sholat tahajud tidak mesti harus tidur terlebih dahulu.

Niat Sholat Tahajud

Untuk niat sholat tahajud tidak jauh berbeda atau hampir sama dengan sholat sunnah lainnya, cukup pendek dan mudah untuk diingat.  Niat sholat tahajud adalah sebagai berikut :
niat sholat tahajud
bahasa latin : Ushollii sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
arti dalam bahasa Indonesia-nya : Aku (niat). shalat sunat tahajud 2 rakaat, karena Allah Ta’ala

Tata Cara Sholat Tahajud

Mengenai cara sholat tahajud tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah umumnya yaitu sebagai berikut :
1. Membaca niat sholat tahajud seperti yang terlah tertulis di atas dengan suara yang pelan saja, diikuti dengan artinya di baca dalam hati.
2. setelah membaca niat dilanjutkan dengan membaca takbir, (membaca Allahhuakbar) sambil tangannya di angkat ke atas
3. Kemudian membaca doa iftitah (sunah)
4. Lalu membaca surat alfatihah, setelah alfatihah membaca surat pendek yang ada dalam Al Qur’an yang telah dihafal, seperti surat Al Ikhlas, Annas, Alfalaq, dan lain-lain
5. Kemudian lanjutkan seperti pada langkah langkah sholat pada umumnya. Seperti rukuk, sujud, hingga salam.
Setelah salam disunahkan membaca bacaan wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar, kemudian membaca doa sholat tahajud.

Doa Sholat tahajud

Di bawah ini merupakan bacaan sholat sholat tahajud dalam bahasa Arab
doa sholat tahajud bahasa arab

Apabila belum bisa membaca bahasa Arab, silahkan baca Doa sholat tahajud dalam teks latin di bawah ini
ALLAAHUMMA LAKAL HAMDU ANTA QAYYIMUS SAMAA WAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTA MALIKUS SAMAA WAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTA NUURUS SAMAAWAATI WAL ARDHI WA MAN FIIHINNA. WA LAKAL HAMDU ANTAL HAQQU, WA WA’DUKAL HAQQU, WA LIQAA’UKA HAQQUN, WA QAULUKA HAQQUN, WAL JANNATU HAQQUN, WANNAARU HAQQUN, WANNABIYYUUNA HAQQUN, WA MUHAMMADUN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAMA HAQQUN WASSAA’ATU HAQQUN. ALLAAHUMMA LAKA ASLAMTU, WA BIKA AAMANTU, WA ‘ALAIKA TAWAKKALTU, WA ILAIKA ANABTU, WA BIKA KHAASHAMTU, WA ILAIKA HAAKAMTU, FAGHFIRLII MAA QADDAMTU, WA MAA AKH-KHARTU, WA MAA ASRARTU, WA MAA A’LANTU, WA MAA ANTA A’LAMU BIHIMINNII. ANTAL MUQADDIMU, WA ANTAL MU’AKHKHIRU, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

Arti Doa Sholat Tahajud

Di bawah ini merupakan arti doa sholat tahajud dalam bahasa Indonesia
“Wahai Allah! Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penegak dan pengurus langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penguasa (raja) langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah cahaya langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah Yang Hak (benar),janji-Mu lah yang benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataan-Mu benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar, Nabi Muhammad saw itu benar, dan hari kiamat itu benar(ada). Wahai Allah! Hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dehgan-Mu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepada-Mu lah aku berhukum. Oleh karena itu ampunilah segala dosaku, yang telah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan, dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir. tak ada Tuhan selain Engkau, dan tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Jumlah Rakaat sholat Tahajud

Jumlah rakaat rakaat sholat tahajud minimal adalah dua rakaat dua kali salam, dan paling banyak atau maksimal bisa sebanyak-sebanyaknya sesuai dengan kemampuan. Nabi Junjungan kita yaitu Muhammad SAW saw, beliau pernah mengerjakan shalat tahajud sebanyak 10 rakaat ditambah 1 rakaat sunat witir,  pernah juga 8 rakaat ditambah 1 rakaat sunat witir, dan dan pernah juga 8 rakaat ditambah 3 rakaat sunat witir. Jadi dalam melaksanakan shalat tahajud sebaiknya ditambah dengan shalat sunat witir.
Shalat tahajud ini hendaknya dikerjakan dua rakaat satu salam, sementara itu untuk shalat sunat witirnya, jika dikerjakan lebih dari satu rakaat, misalnya 3 rakaat, boleh dikerjakan sekaligus dengan satu salam, boleh pula dikerjakan 2 rakaat dahulu kemudian salam, dilanjutkan 1 rakaat lalu salam

Waktu Sholat Tahajud

Untuk waktu pelaksanaan shalat tahajud adalah ketika setelah bangun dari tidur dan setelah shalat isya, baik di awal malam (sepertiga malam pertama antara waktu Isya dan pukul 22.00 WIB), tengah malam (sepertiga malam kedua, antara pukul 22.00 dan pukul 01.0.0 WIB), maupun akhir malam (sepertiga malam yang terakhir, antara pukul 01.00 dan menjelang subuh). Sepertiga malam yang terakhir inilah waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat tahajud. Karena menurut hadits nabi, pada waktu itu rahmat Allah turun, sehingga barang siapa berdoa akan dikabulkan, barang siapa meminta akan diberikan, dan barang siapa memohon ampun akan diampuni oleh Allah. Aamiin
Itulah ulasan kami mengenai Panduan sholat Tahajud lengkap dengan bacaan niat, doa sholat tahajud dan artinya. Semoga bisa bermanfaat bagi kamu yang membutuhkan. perliharalah sholat tahajud pada tengah malam, Selain semakin dekat dan disayang Allah, ada banyak sekali manfaat yang didapatkan dari sholat Tahajud. Semoga Allah senantiasa menjaga iman kita, melindungi diri  kita dari godaan syetan yang terkutut, dan semakin dekat kepada-Nya. Aamiin.

Keutamaan Sholat Tahajud

Sholat Tahajud merupakan salah satu sholat malam yang memiliki banyak keutamaan, baik keutamaan untuk dunia maupun akhirat. Keutamaan sholat tahajud antara lain sebagai berikut

1. Dikabulkannya doa-doa kita

Dari Jabir radliyallahu’anhu, ia berkata, “aku mendengar Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda : Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam” (HR Muslim dan Ahmad)

2. Shalat yang paling utama

Bersabda Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasaalam, “seutama-utama shalat sesudah shalat fardu ialah shalat sunnat di waktu malam (HR Muslim)

3. Allah menjanjikan surga bagi orang-orang yang melakukan qiyamul lail
Abdullah bin salam mengatakan, bahwa nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah di waktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk surga dengan selamat” (HR Tirmidzi)

4. Akan mendapatkan tempat yang terpuji

Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ke tempat yang terpuji (qs. Al Isra: 79)

Melihat begitu tingginya nilai sholat tahajud sudah sepatasnya jika kita membiasakan diri untuk sholat tahajud setiap malam. Bagi yang belum terbiasa, cobalah dengan sungguh-sungguh. Mungkin pada awalnya akan sulit, tapi lama kelamaan jika sudah sudah terbiasa akan terasa ringan untuk dijalankan.
Semoga Artikel islami mengenai panduan sholat tahajud di atas bisa bermanfaat bagi kita semua. semoga Allah memberi kita kekuatan agar lebih mudah dalam menjalankan ibadah sholat tahajud. Aamiin.

Sholat Dhuha

Sholat Dhuha


Panduan Sholat Dhuha - Niat dan Bacaan Doa Sholat Dhuha
Sholat dhuha atau sholat sunah dhuha merupakan sholat sunah yang dikerjakan pada waktu dhuha. Waktu dhuha merupakan waktu dimana matahari telah terbit atau naik kurang lebih 7 hasta hingga terasa panas menjelang shalat dzhur. atau sekitar jam 7 sampai jam 11, tentunya setiap daerah berbeda, tergantung posisi matahari pada daerah masing-masing. Sholat dhuha sebaiknya dikerjakan pada seperempat kedua dalam sehari, atau sekitar pukul sembilan pagi. Sholat dhuha dilakukan secara sendiri atau tidak berjamaah (Munfarid)

Niat Sholat dhuha

Untuk niat sholat dhuha hampir sama dengan sholat sunah lainnya, yaitu sebagai berikut
Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa
arti dalam bahasa Indonesia :
Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah.

Tata cara sholat dhuha

Tata cara sholat dhuha hampir sama dengan sholat sunah pada umumnya,
  1. Setelah membaca niat seperti yang telah tertulis diatas kemudian membaca takbir,
  2. Membaca doa Iftitah
  3. Membaca surat al Fatihah
  4. Membaca satu surat didalam Alquran. Afdholnya rakaat pertama membaca surat Asy-Syam  dan rakaat kedua surat Al Lail  
  5. Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
  6. I’tidal dan membaca bacaannya
  7. Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
  8. Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaanya
  9. Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
  10. Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.

Jumlah rakaat sholat dhuha

Sholat dhuha dilakukan dalam satuan dua rakaat satu kali salam. Sementara itu untuk berapa jumlah maksimal sholat dhuha ada pendapat yang berbeda dari para ulama, ada yang mengatakan maksimal 8 rakaat, ada yang maksimal 12 rakaat, dan ada juga yang berbedapat tidak ada batasan.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai perbedaan pendapat jumlah rakaat sholat dhuha silahkan simak penjelasan yang kami kutip dari konsultasi syariah di bawah ini

Pertama, jumlah rakaat maksimal adalah delapan rakaat. Pendapat ini dipilih oleh Madzhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali. Dalil yang digunakan madzhab ini adalah hadis Umi Hani’ radhiallaahu ‘anha, bahwasanya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahnya ketika fathu Mekah dan Beliau shalat delapan rakaat. (HR. Bukhari, no.1176 dan Muslim, no.719).

Kedua, rakaat maksimal adalah 12 rakaat. Ini merupakan pendapat Madzhab Hanafi, salah satu riwayat dari Imam Ahmad, dan pendapat lemah dalam Madzhab Syafi’i. Pendapat ini berdalil dengan hadis Anas radhiallahu’anhu
من صلى الضحى ثنتي عشرة ركعة بنى الله له قصرا من ذهب في الجنة
“Barangsiapa yang shalat dhuha 12 rakaat, Allah buatkan baginya satu istana di surga.” Namun hadis ini termasuk hadis dhaif. Hadis ini diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibn Majah, dan Al-Mundziri dalam Targhib wat Tarhib. Tirmidzi mengatakan, “Hadis ini gharib (asing), tidak kami ketahui kecuali dari jalur ini.” Hadis ini didhaifkan sejumlah ahli hadis, diantaranya Al-Hafidz Ibn Hajar Al-Asqalani dalam At-Talkhis Al-Khabir (2: 20), dan Syaikh Al-Albani dalam Al-Misykah (1: 293).

Ketiga, tidak ada batasan maksimal untuk shalat dhuha. Pendapat ini yang dikuatkan oleh As-Suyuthi dalam Al-Hawi. Dalam kumpulan fatwanya tersebut, Suyuthi mengatakan, “Tidak terdapat hadis yang membatasi shalat dhuha dengan rakaat tertentu, sedangkan pendapat sebagian ulama bahwasanya jumlah maksimal 12 rakaat adalah pendapat yang tidak memiliki sandaran sebagaimana yang diisyaratkan oleh Al-Hafidz Abul Fadl Ibn Hajar dan yang lainnya.”. Beliau juga membawakan perkataan Al-Hafidz Al-’Iraqi dalam Syarh Sunan Tirmidzi, “Saya tidak mengetahui seorangpun sahabat maupun tabi’in yang membatasi shalat dhuha dengan 12 rakaat. Demikian pula, saya tidak mengetahui seorangpun ulama madzhab kami (syafi’iyah) – yang membatasi jumlah rakaat dhuha – yang ada hanyalah pendapat yang disebutkan oleh Ar-Ruyani dan diikuti oleh Ar-Rafi’i dan ulama yang menukil perkataannya.”
Setelah menyebutkan pendapat sebagian ulama Syafi’iyah, As-Suyuthy menyebutkan pendapat sebagian ulama malikiyah, yaitu Imam Al-Baaji Al-Maliky dalam Syarh Al-Muwattha’ Imam Malik. Beliau mengatakan, “Shalat dhuha bukanlah termasuk shalat yang rakaatnya dibatasi dengan bilangan tertentu yang tidak boleh ditambahi atau dikurangi, namun shalat dhuha termasuk shalat sunnah yang boleh dikerjakan semampunya.” (Al-Hawi lil fataawa, 1:66).


Kesimpulan dan Tarjih
Jika dilihat dari dalil tentang shalat dhuha yang dilakukan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam jumlah rakaat maksimal yang pernah beliau lakukan adalah 12 rakaat. Hal ini ditegaskan oleh Al-’Iraqi dalam Syarh Sunan Tirmidzi dan Al-’Aini dalam Umdatul Qori Syarh Shahih Bukhari. Al-Hafidz Al ‘Aini mengatakan, “Tidak adanya dalil –yang menyebutkan jumlah rakaat shalat dhuha– lebih dari 12 rakaat, tidaklah menunjukkan terlarangnya untuk menambahinya.” (Umdatul Qori, 11:423)
Setelah membawakan perselisihan tentang batasan maksimal shalat dhuha, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan,
“Pendapat yang benar adalah tidak ada batasan maksimal untuk jumlah rakaat shalat dhuha karena:

  1. Hadis Mu’adzah yang bertanya kepada Aisyah radhiallahu’anha, “Apakah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam shalat dhuha?” Jawab Aisyah, “Ya, empat rakaat dan beliau tambahi seseuai kehendak Allah.” (HR. Muslim, no. 719). Misalnya ada orang shalat di waktu dhuha 40 rakaat maka semua ini bisa dikatakan termasuk shalat dhuha.
  2. Adapun pembatasan delapan rakaat sebagaimana disebutkan dalam hadis tentang fathu Mekah dari Umi Hani’, maka dapat dibantah dengan dua alasan: pertama, sebagian besar ulama menganggap shalatnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika fathu Mekah bukan shalat dhuha namun shalat sunah karena telah menaklukkan negeri kafir. Dan disunnahkan bagi pemimpin perang, setelah berhasil menaklukkan negri kafir untuk shalat 8 rakaat sebagai bentuk syukur kepada Allah. Kedua, jumlah rakaat yang disebutkan dalam hadis tidaklah menunjukkan tidak disyariatkannya melakukan tambahan, karena kejadian Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam shalat delapan rakaat adalah peristiwa kasuistik –kejadian yang sifatnya kebetulan– (As-Syarhul Mumthi’ ‘alaa Zadil Mustaqni’ 2:54).

Doa sholat dhuha

Do’a Shalat Dhuha bahasa Arab :
Berikut ini merupakan bacaan doa sholat dhuha dalam bahasa arab

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ 
بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Do’a Shalat Dhuha bahasa indonesia
Sedangkan bagi yang belum bisa membaca tulisan Arab, bisa membaca tekst latin di bawah ini

Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadakash shalihin.

Artinya doa sholat dhuha

Di bawah ini merupakan arti dari bacaan sholat dhuha
“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Semoga artikel mengenai panduan sholat dhuha yang dilengkapi dengan bacaan niat dan doa sholat dhuha di atas bisa bermanfaat bagi. Rajinlah sholat dhuha setiap pagi. Semoga selalu berlimpah pahala dari Allah SWT, mendapatkan rezki halal dan baik bagi dunia dan akhirat. Aamiin.

shalat sunah tahiyatul masjid

Apa pengertian shalat sunah tahiyatul masjid ? secara bahasa adalah menghormati masjid. Sedangkan shalat sunah tahiyatul masjid adalah shalat sunah dua rakaat yang di kerjakan sesaat setelah kita memasuki masjid.

shalat sunah awwabinKetika seseorang memasuki masjid, janganlah ia duduk sehingga melaksanakan shalat dua rakaat yang di sebut shalat sunah tahiyatul masjid. Tujuan dari pelaksanaan shalat dua rakaat ini adalah untuk menghormati masjid. Karena masjid memiliki kehormatan dan kedudukan mulia yang harus di jaga oleh orang yang memasukinya, yaitu dengan tidak duduk sehingga melaksanakan shalat sunah tahiyatul masjid ini. 

Begitu juga Jabir Raidhiyallahu ‘anhu, saat ia datang ke masjid untuk mengambil harga untanya yang di jualnya kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau memerintahkannya untuk shalat dua rakaat (HR. Bukhari dan Muslim).

Jabir bin Abdullah berkata: ‘’Sulaik al  Ghatahafani datang di hari jum’at sementara Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sedang berkhutbah di atas mimbar, sulaik duduk padahal ia belum melaksanakan shalat, maka Nabi bertanya kepadanya: ‘’Apakah kamu sudah memalakukan shalat dua rakaat? Dia menjawab: ‘’Belum, Nabi shalallahu ‘alaihiwasallam bersabda : berdirilah dan shalatlah dua rakaat.’’ Diriwayatkaan oleh al Bukhari dan Muslim.

Ada dua faidah dari hadist ini:

- Shalat sunah tahiyatul masjid tetap di laksanakan sekalipun khatib sedang menyampaikan khutbah di hari jum’at.
- Shalat sunah tahiyatul masjid tetap di lakukan sekalipun sudah duduk karena lupa atau tidak tahu atau karena sengaja dan belum lama waktunya menurut pendapat yang rajin dalam masalah ini.

Imam an Nawawi berkata: ‘’Kawan kawan kami berkata, makruh hukumnya tahiyat dalam dua kondisi: pertama, jika masuk masjid sementara shalat jama’ah sedang di dirikan atau muadzin sudah mulai iqamah, hal ini berdasarkan hadist Abu Hurairah, ‘’ jika shalat di dirikan maka tidak ada  shalat kecuali shalat wajib.’’ Diriwayatkan oleh muslim – kedua, jika masuk masjidil haram, tidak menyibukkan dirinya  dengan thawaf.’’

Bagaimana Tata Cara Pelaksanaannya

Tata cara pelaksanaan shalat sunah tahiyatul masjid adalah sebagai berikut:
. Niat shalat sunah tahiyatul masjid
Bacaan niatnya adalah:
Ushalli sunnatat  tahiyatal masjidi rakataini lillahi ta’alaa, Allahu Akbar.
Artinya: Saya berniat shalat sunah tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah Ta’alaa, Allahu Akbar.
. Takbiratul ikhram
.  Shalat dua rakaat seperti biasa
. Di laksanakan secara munfarid (sendiri)
. Waktunya setiap saat memasuki masjid, baik untuk melaksanakan shalat fardhu maupun ketika akan ber’iktikaf.
. Salam

Hukum shalat sunah tahiyatul masjid

Hukum melaksanankan shalat sunah tahiyatul masjid adalah sunah, sebagaimana hadist Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam: ‘’ Dari Abi Qatadah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘’ Apabila salah seorang di antara kamu masuk ke masjid maka janganlah duduk sebelum shalat (sunah tahiyatul masjid) dua rakaat.’’ (HR. Bukhari dan Muslim).
Sumber : Harga Umroh termurah

shalat sunah wudhu

shalat sunah wudhu
Apa shalat sunah wudhu ? shalat sunah wudhu adalah shalat sunah yang di kerjakan setelah melakukan wudhu. Shalat sunah wudhu merupakan salah satu jenis shalat yang sangat mudah dan ringan untuk di kerjakan. Shalat ini hanya terdiri dari dua rakaat dan dapat di kerjakan kapanpu setelah mengambil air wudhu, di luar waktu-waktu yang di haramkan untuk mengerjakan shalat. Shalat sunah wudhu adalah salah satu jenis shalat sunah yang paling mudah dan ringan, karena hanya terdiri dari dua rakaat saja. Meskipun demikian, ternyata keringanan dan kemudahan tersebut justru malah membuat kebanyakan umat islam enggan dan telah mengabaikan shalat sunah wudhu. Padahal, barang siapa yang senantiasa mengerjakan shalat sunah wudhu dengan ikhlas, Insya Allah akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah swt. ‘’Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata kepada sahabat bilal: ceritakanlah kepadaku amal apa yang amat engkau harapkan dalam islam, sebab aku mendengar suara kedua sandalmu di surga? Sahabat Bilal menjawab: tidak ada amal ibadah yang paling aku harapkan selain setiap aku berwudhu baik siang atau malam aku selalu shalat setelahnya sebanyak yang aku suka’’. (HR. Bukhari)

Setelah berwudhu membaca doa setelah wudhu:
‘’Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syarika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu Allahummaj’alnil minat tawwaabiinaa waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikhasshaalihiin.’’                                                      
Artinya: Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutupun bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, Ya Allah ,jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku golongan orang-orang yang shaleh.     
        
Dari hadist tersebut bahwasannya jika sahabat Bilal batal berwudhu maka ia langsung berwudhu setelah itu sahabat Bilal shalat sunah. Demikianlah amal yang telah di lakukan oleh sahabat Bilal sehingga suara sandalnya terdengar sampai di surga.

A.  Niat Shalat Sunah Wudhu Adalah, sebagai berikut:

Ushalli sunnatal wudhu’i rak’ataini lillahi ta’alaa, Allahu akbar
Artinya: saya niat shalat sunah wudhu dua rakaat karena Allah ta’alaa, Allahu Akbar

B.   Tata Cara Melaksanakan Shalat Sunah Wudhu

Tata cara melaksanakan shalat sunah wudhu adalah sama dengan cara melaksanakan shalat fardhhu, hanya niatnya saja yang berbeda:
1.      Sehabis berwudhu di sunahkan membaca doa setelah wudhu                                 
2.      Selesai membaca doa tersebut, lalu melaksanakan shalat sunah wudhu dua rakaat
3.      Surat yang di baca boleh apa saja, akan tetapi di sunahkan membaca surat berikut ini: Rakaat pertama membaca surat an nisa’ ayat 64, kemudian di lanjutkan dengan membaca surat Al kafirun. Rakaat ke dua membaca surat an nisa’ ayat 110, kemudian di lanjutkan dengan membaca surat Al ikhlas.
4.      Shalat ini di kerjakan dua rakaat sebagaimana shalat yang lain sampai salam.
 
Wahai para muslim, shalat adalah tiangnya agama, dan shalat sunah adalah penyempurnah bagi shalat fardhu. Dan tidak ada amalan seberat apapun, baik itu buruk maupun baik. Allah swt pasti akan memberikan balasanNya. Untuk itu, marilah kita mulai untuk sama-sama membiasakan mengerjakan shalatsunah wudhhu dengan ikhlas dan penuh harapan atas rahmat dan ampunan Allah swt.

Salat Sunnah Rawatib

A. Pengertian Salat Sunnah Rawatib
 
           Salat sunnah rawatib adalah salat sunnah yang mengiringi salat fardu yang lima waktu, baik dilaksanakan  sebelum maupun sesudah salat fardu. Salat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum salat fardu disebut salat sunah rawatib qabliyah, sedangkan salat sunah rawatib yang dikerjakan sesudah salat fardu disebut salat sunah rawatib ba’diyah.


Tujuan diperintahkannya salat sunah rawatib adalah menambah atau menyempurnakan kekurangan  yang mungkin terdapat pada salat-salat fardu. Apabila kita akan melakukan salat sunah rawatib, disunahkan melaksanakannya dengan berpindah tempat dari tempat melakukan salat fardu.
 B.Waktu Pelaksanaan Salat Sunah Rawatib

 
             Waktu pelaksanaan salat sunah rawatib adalah sebelum salat fardu dan sesudah salat fardu. Salat rawatib seluruhnya berjumlah 22 rakaat, yaitu:


1.    Dua rakaat sebelum salat subuh.
2.    Dua atau empat rakaat sebelum salat zuhur 
3.    Dua atau empat rakaat sesudah salat zuhur.
4.    Dua rakaat atau empat rakaat sebelum salat asar.
5.    Dua rakaat sebelum salat magrib.
6.    Dua rakaat sesudah salat magrib
7.    Dua rakaat sebelum salat isya
8.    Dua rakaat sesudah salat isya


Rasulullah Saw bersabda:

رَحِمَ اللهُ امْرَأَ صَلّىَ قَبْلَ اْلعَصْرِ اَرْبَعًا  . رواه الترمذى
Artinya: 

“Allah memberi rahmat kepada orang yang salat empat rakaat sebelum asar.” (HR. At-Tirmizi)
صَلُّوْا قَبْلَ صَلاَةِ اْلمَغْرِبِ قَالَ فِى الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ . رواه البخارى
Artinya:
“Salatlah kamu sebelum magrib. Kemudian, Nabi mengatakan yang ketiga kalinya, “bagi yang menghendakinya.” (HR. Bukhari)

C. Pembagian Salat Sunnah Rawatib
 
         Salat sunah rawatib terbagi dua bagian, yaitu salat sunah muakkad dan ghair muakkad. Sunah muakkad adalah salat sunah yang diutamakan, sedangkan salat sunah gair muakkad adalah salat sunah yang kurang diutamakan dalam pelaksanaannya. 


         Perbedaan pelaksanaan ini didasarkan  atas kebiasaan Nabi Muhammad Saw. Terhadap pelaksanaan saat sunah tersebut. Disebut muakkad karena Nabi Muhammad saw menjadikan salat sunah tersebut  sebagai kebiasaan sehar-hari pada saat beliau masih hidup. Sementara itu, disebut sunah gair muakkad karena kadang-kadang dilaksanakan dan kadangkadang tidak.


         Yang termasuk kedalam salat sunah muakkad antara lain:


1.    Dua rakaat sebelum salat subuh
2.    Dua rakaat sebelum salat zuhur
3.    Dua rakaat setelah salat zuhur
4.    Dua rakaat sesudah salat magrib
5.    Dua rakaat sesudah salat isya


         Adapun yang termasuk diantara salat sunah gair muakkad adalah:


1.    Dua atau empat rakaat sebelum salat asar
2.    Dua rakaat sebelum salat magrib
3.    Dua rakaat sebelum salat isya

         Cara mengerjakan salat sunah muakkad rawatib sama dengan salat wajib, baik bacaan maupun gerakannya, yakni dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

1)    Niat menurut macam salatnya, qabliyah ayau ba’diyah,
2)    Tidak disunnahkan azan atau iqamat,
3)    Dikerjakan secara munfarid atau sendirian,
4)    Semuanya bacaannya tidak dinyaringkan.
5)    Jika lebih dari dua rakaat, tiap-tiap dua rakaat satu salam.

E.  Niat Salat Sunah Rawatib         

  Adapun Niat Salat sunah rawatib adalah sebagai berikut:


1.    Salat sunah rawatib 2 rakaat sebelum salat zuhur
أُصَلِّى سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً للهِ  تَعَالَى
Artinya:
“Aku niat salat sunah sebelum zuhur dua rakaat karena Allah Taala”.


2.    Salat sunah rawatib 2 rakaat sesudah salat zuhur
أُصَلِّى سُنَّةَ الظّهْرِ رَكْعَتَيْنَ بَعْدِ يَةً لِلَّهِ  تَعَالَى
Artinya:
“Aku niat salat sunah sesudah zuhur dua rakaat karena Allah Taala”.


3.    Salat sunah rawatib dua rakaat sesudah salat magrib
أُصَلِّى سُنَّةَ اْلمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنَ بَعْدِ يَةً للهِ  تَعَالَى
Artinya: “Aku niat salat sunah sesudah magrib dua rakaat karena Allah Taala”.


4.    Salat sunah rawatib dua rakaat sesudah salat isya
أُصَلِّى سُنَّةَ اْلعِسَاءِ رَكْعَتَيْنَ بَعْدِ يَةً للهِ  تَعَالَى
Artinya:
“Aku niat salat sunah sesudah isya dua rakaat karena Allah Taala”.


5.    Salat sunah rawatib dua rakaat sebelum subuh
أُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنَ قَبْلِيَةً لله  تَعَالَى
Artinya:
 “Aku niat salat sunah sesudah subuh dua rakaat karena Allah Taala”.

Beberapa keutamaan apabila kita membiasakan diri melakukan salat sunah rawatib, diantaranya sebagai berikut:


1.    Menyempurnakan salat fardu yang kita lakukan
2.    Mendapatkan banyak kebaikan


Rasulullah Saw.  Bersabda:
رَكْعَتَا اْلفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا . رواه مسلم
Artinya:
“ Dua rakaat fajar (salat sunah yang dikerjakan sebelum subuh) itu lebih baik dari pada dunia dan isinya”. (HR. Muslim).

3.    Doa kita akan dikabulkan oleh Allah Swt
Rasulullah Saw. Bersabda:
مَنْ تَوَضَّأَ فَاَسْبَغَ اْلوُضُوْءَ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ يُتِمُّهُمَا اَعْطَاهُ اللهُ مَا سَأَلَ مُعَجَّلًا اَوْ مُؤَخِّرًا. رواه احمد
Artinya:
“ Barangsiapa berwudu dan menyempurnakannya, kemudian ia salat dengan sempurna maka ia diberi Allah apa saja yang diminta, baik cepat maupun lambat.” (HR. Ahmad)


4.   Keutaaan salat sunah empat rakaat sebelum dan sesudah zuhur
Rasulullah Saw. Bersabda:
مَنْ حَافَظَ عَلَى اَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَاَرْبَعِ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللهُ عَلَى النَّارِ    . رواه الترمذى
Artinya:
“Barangsiapa mengerjakan salat empat rakaat sebelum dan empat rakaat sesudah zuhur, Allah mengharamkan api neraka baginya.” (HR. Tirmidzi)

Copyright @ 2013 lendislami.